Home

ARTIKEL

Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan

1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Selain upaya memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga terkait dengan bagaimana mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–Maret 2012

1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–Maret 2012, Garis Kemiskinan naik sebesar 6,40 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp248.707 per kapita per bulan pada Maret 2012. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada Maret 2011 dan 73,50 persen pada Maret 2012.

Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–Maret 2012

1. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen), berkurang 0,89 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30,02 juta orang (12,49 persen).

Keadaan Ketenagakerjaan Februari 2012 (bag.2)

FEBRUARI 2012: Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,32 persen.

* Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja, dan Pengangguran 

Keadaan Ketenagakerjaan Februari 2012 (bag.1)

 

Grafik Jumlah Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja, dan Penganggur2010–2012 (juta orang)

 

 

INFORMASI TEMATIK SENSUS PENDUDUK 2010

Sensus Penduduk Indonesia 2010 (SP2010) merupakan Sensus Penduduk keenam yang dilakukan sejak indonesia merdeka. Tujuan utama SP2010 adalah menghitung jumlah penduduk serta mengumpulkan informasi dasar kependudukan dan perumahan masyarakat indonesia.

 

Who's online
There are currently 0 users and 0 guests online.